Logika Rakyat dan Logika Survey

Oleh : | 03 September 2014 | Dibaca : 421 Pengunjung

Logika Rakyat dan Logika Survey

Menyambut pesta demokrasi yang sebentar lagi akan berlangsung. Lembaga survey pun bermunculan dengan berbagai tujuannnya masing-masing. Lembaga survey terus menjajaki tingkat popularitas, elektabilitas dan akseptabilitas partai politik dan tokoh-tokoh politik dalam rangka memasuki bursa capres 2014. Hal positif dari survey ini adalah untuk memberikan pemahaman dan pendewasaan politik masyarakat. Namun, dibalik itu semua ada pula lembaga survey yang penuh dengan sarat kepentingan baik pribadi maupun kelompok.
 
Pengamat Komunikasi Politik Pusat Kajian Komunikasi Politik Indonesia (PKKPI) Aendra Medita menyayangkan, sikap  lembaga survei politik yang mau dijadikan tunggangan untuk mendongkrak elektabilitas dan popularitas partai politik. Aendra mengungkapkan bahwa banyak lembaga survei yang tidak mengedepankan prinsip metodologi penelitian benar, bahkan memutar balikkan fakta hasil survei, dan mereduksi kaidah ilmiah.
 
Tindakan lembaga survey yang tidak mengedepankan fakta hasil survey,  bahkan mereduksi dan mengeleminir peran kaidah ilmiah dan metode penelitian, telah merendahkan diri dengan tunduk pada kekuatan pemilik modal. Hal ini tentu sangat berbahaya, dan merupakan kejahatan intelektual serius.
 
Menurut Tokoh Nahdatul Ulama (NU) Ahmad Effendy Choirie (Gus Choi) mengatakan bahwa publikasi hasil-hasil survei, pesanan merupakan salah satu bentuk penipuan terhadap publik. Semua pihak memiliki kebebasan untuk berpartisipasi dalam demokrasi tetapi ada aturan-aturan dan kaidah-kaidah yang tidak boleh dilanggar.”Ini era demokrasi, era liberalisasi,dan era kompetisi. Namun, yang akan menang tetap yang bermoral, tetap yang obyektif dan akurat, menggunakan kaidah dan prinsip yang benar,ujar dia.
 
Hasil survey yang mengarah pada pemenangan kandidat tertentu dengan tingkat kepercayaan publik (validitas) yang masih diragukan  tidak hanya menyesatkan dan pembodohan di tengah masyarakat tetapi juga dapat berdampak pada melemahnya kondusifitas, stabilitas, dan keamanan politik.
 
Dalam politik, ketika nilai popularitas kandidat dapat digelindingkan berangsur-angsur dengan pesan komunikasi politik yang membangun, positif, massif, dan dapat meningkatkan peringkat elektabilitas partainya, maka partai politik akan menggunakan tingkat popularitas kandidat bukan partainya.
 
Hal ini berarti bahwa, apabila popularitas, citra, sebagai syarat untuk disukai dan dipilih harus memiliki ukuran kualitas dan kuantitas dan harus lebih unggul daripada kandidat atau calon lain untuk kemenangan. Setidaknya, meskipun popularitas bukan jaminan kemenangan namun ikhwalnya dapat meraih tingkat keunggulan di atas 50 persen yang mengkrucut hampir mendekati 99 persen. Karena jika ada calon lain yang lebih unggul popularitas positifnya hingga mencapai 90 persen misalnya, dia yang akan didukung dan dipilih mayoritas.
 
Terkait hal itu, untuk membuktikan hasil survey, lembaga survey itu harus bersifat independent, tidak terikat atau dikontrak atas kepentingan politik tertentu. Netralitas lembaga survey itulah yang bisa diandalkan akurasinya, ketepatannya dan pengolahan data tanpa embel-embel kepentingan jangka pendek (survey hanya berburu rupiah belaka). Data tetap utuh tidak adanya rekayasa statistika, bebas dari hitung-hitungan keberpihakan yang dihasilkan dari penyimpangan dan penyuguhan data terhadap publik.
 
Sebagai contoh dalam pilkada DKI Jakarta. Ketika itu berbagai lembaga survey menyatakan bahwa FOKE adalah kandidat kuat yang hampir dipastikan memenangkan pilkada DKI Jakarta. Foke adalah Kandidat calon Gubernur yang didukung sebagian besar partai politik di Indonesia. Namun ternyata hasil perhitungan suara berkata lain. Justru Jokowi dan Ahok yang memenangkan pilkada DKI Jakarta kala itu.
 
Hasil pilkada DKI Jakarta tersebut telah menjelaskan bahwa hasil survey tidak dapat memastikan kemenangan kandidat tertentu. Yang menentukan kemenangan kandidat politik adalah masyarakat Indonesia, bukan lembaga survey.
 
Disadari bahwa survey merupakan hal yang penting. Namun dalam rangka membangun stabilitas politik di iklim demokrasi ini serta agar tidak menimbulkan kericuhan pasca keputusan MK. Maka, sebaiknya perlu di atur tentang tata cara atau aturan survey di Indonesia.
 
Survey memang tidak di larang tetapi bukan berarti  bebas nilai,sehingga terkesan asal-asalan yang dapat berdampak membuat kegaduhan politik. Logika rakyat tidak berbanding lurus dengan logika survey, mari kita ciptakan kualitas pemilu khususnya dan pendidikan politik umumnya di Indonesia semakin baik, jangan gadaikan nilai intelektualitas dan nilai-nilai akademis dengan kepentingan jangka pendek yang berdampak tidak sehat terhadap iklim demokrasi Indonesia, mari jadikan Indonesia hebat dan Indonesia yang di berkahi , dengan semangat kebangsaan yang berkualitas. Selamat berpesta demokrasi, gunakan akal sehat dan ciptakan situasi aman dan damai.
 
Arman Ndupa : Penulis adalah Peneliti pada Lembaga Kajian Nusantara Bersatu dan Alumnus Pasca Sarjana UI.
Arman Ndupa *

Sumber : www.suluhbali.co


Oleh : | 03 September 2014 | Dibaca : 421 Pengunjung


TAGS :




Berita Terkait :

Jembrana, 23 Agustus 2017 02:25
KBS Dukung Pelaksanaan Nongan Village Festival
DENPASAR, NusaBali Kegiatan yang memadukan seni budaya, olahraga, musik dan kuliner ini, dige ...
Tabanan, 07 Agustus 2017 09:35
Ditanya Hasil Dipanggil DPP PDIP, Bupati Eka Yakin Kekuatan Alam
Beritabali.com, Tabanan. Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti adalah salah satu kader terbaik PD ...
Klungkung, 07 Agustus 2017 07:25
Maju Pilbup Klungkung, OSO Minta Dek Ulik Berunding dengan Raja
Beritabali.com, Klungkung. Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang yang biasa dipanggil OSO m ...
Denpasar, 29 Juli 2017 07:45
NasDem : Hasil Survey, Rai Mantra Rangking Satu
Beritabali.com, Denpasar. Ketua Komisi Saksi Nasional Partai Nasdem, I Gusti Putu Artha menga ...
Denpasar, 12 Juli 2017 09:45
Rai Mantra Daftar ke PDIP, Nasdem : Kami Tetap Dukung 100 Persen
Beritabali.com, Denpasar. Walikota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, mendaftarkan diri ...
Karangasem, 05 Juli 2017 03:45
Geredeg Dukung Sudikerta di Pilgub Bali
Beritabali.com, Karangasem. Politikus Partai Golkar yang juga seorang mantan Bupati Karangasem du ...
Gianyar, 27 April 2017 01:25
Pasupati Bendera Perindo di Pura Gunung Kawi Tak Pantas dan Tak Beretika
Beritabali.com, Gianyar. Dewan Pimpinan Provinsi Bali, Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (PERADA ...
Denpasar, 01 April 2017 09:05
Kerta-Ayu Mental, Teneng Masuk Bursa
DENPASAR, NusaBali Pasangan I Ketut Sudikerta-Ni Made Ayu Putri Pastika (Paket Kerta-Ayu) dip ...
Buleleng, 01 April 2017 09:00
Golkar Berniat 'Bongkar' Formasi Alat Kelengkapan Dewan Buleleng
SINGARAJA, NusaBali Pembagian jatah kursi pimpinan alat kelengkapan dewan (AKD) pada masa 2,5 ...
Tabanan, 31 Maret 2017 09:05
Vocalis Golkar Tabanan Gabung NasDem
TABANAN, NusaBali Dia adalah I Ketut Loka Antara, mantan vocalis Fraksi Golkar DPRD Tabanan d ...


Berita Lainnya :

Jembrana, 23 Agustus 2017 02:25
KBS Dukung Pelaksanaan Nongan Village Festival
DENPASAR, NusaBali Kegiatan yang memadukan seni budaya, olahraga, musik dan kuliner ini, dige ...
Tabanan, 07 Agustus 2017 09:35
Ditanya Hasil Dipanggil DPP PDIP, Bupati Eka Yakin Kekuatan Alam
Beritabali.com, Tabanan. Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti adalah salah satu kader terbaik PD ...
Klungkung, 07 Agustus 2017 07:25
Maju Pilbup Klungkung, OSO Minta Dek Ulik Berunding dengan Raja
Beritabali.com, Klungkung. Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang yang biasa dipanggil OSO m ...
Denpasar, 29 Juli 2017 07:45
NasDem : Hasil Survey, Rai Mantra Rangking Satu
Beritabali.com, Denpasar. Ketua Komisi Saksi Nasional Partai Nasdem, I Gusti Putu Artha menga ...
Denpasar, 12 Juli 2017 09:45
Rai Mantra Daftar ke PDIP, Nasdem : Kami Tetap Dukung 100 Persen
Beritabali.com, Denpasar. Walikota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, mendaftarkan diri ...
Karangasem, 05 Juli 2017 03:45
Geredeg Dukung Sudikerta di Pilgub Bali
Beritabali.com, Karangasem. Politikus Partai Golkar yang juga seorang mantan Bupati Karangasem du ...
Gianyar, 27 April 2017 01:25
Pasupati Bendera Perindo di Pura Gunung Kawi Tak Pantas dan Tak Beretika
Beritabali.com, Gianyar. Dewan Pimpinan Provinsi Bali, Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (PERADA ...
Denpasar, 01 April 2017 09:05
Kerta-Ayu Mental, Teneng Masuk Bursa
DENPASAR, NusaBali Pasangan I Ketut Sudikerta-Ni Made Ayu Putri Pastika (Paket Kerta-Ayu) dip ...
Buleleng, 01 April 2017 09:00
Golkar Berniat 'Bongkar' Formasi Alat Kelengkapan Dewan Buleleng
SINGARAJA, NusaBali Pembagian jatah kursi pimpinan alat kelengkapan dewan (AKD) pada masa 2,5 ...
Tabanan, 31 Maret 2017 09:05
Vocalis Golkar Tabanan Gabung NasDem
TABANAN, NusaBali Dia adalah I Ketut Loka Antara, mantan vocalis Fraksi Golkar DPRD Tabanan d ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Copyright © 2016 Pilkada Bali. All rights reserved.